Selasa, 23 September 2025

Puisi Patidusa

KURANGKUL TEMARAM

 

Binar harapan lama bersemayam

Terjaga, erat kugenggam

Tetiba padam

Suram

 

Cakrawala nan tajam menghunjam

Suryaku tergiring, terbenam

Kurangkul temaram

Muram

 

Pekatnya malam kian mencekam

Jejakku hilang, tenggelam

Tertelan kelam

Hitam

 

Netraku meratap, enggan terpejam

Dicumbu getirnya alam

Nian menikam

Kejam

 

Wiwin Damayanti

Cililin, 07 April 2016

(Puisi Terbaik Kedua dalam Lomba Menulis Puisi Bertema Bebas pada event "Indonesia Berkreasi Tanpa Batas" tahun 2016 yang diselenggarakan oleh grup kepenulisan SSAN dan Penerbit Rumah Kita)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi

  AKU, BUKU Semua mengenalku, “ Gudang Ilmu”. Apa pun yang ingin kautahu, tersimpan di dada sunyiku. Namun, mengapa kau enggan menjumpaiku? ...