AKU, BUKU
Semua mengenalku, “Gudang Ilmu”.
Apa pun yang ingin kautahu, tersimpan di dada sunyiku.
Namun, mengapa kau enggan menjumpaiku?
Tolong, jangan abaikan aku,
debu menari di atas tubuhku.
Aku ingin lusuh dimakan waktu,
letih dipeluk jemarimu yang dulu.
Aku iri pada konsol game, disambut tawa.
Aku iri pada televisi, disapa mata setiap senja.
Aku iri pada gawai, digenggam penuh cinta.
Tapi aku,
diam di rak tuaku.
Menunggu, dan menunggu,
kau kembali membuka dunia di dadaku.
Cililin, 25 Oktober 2025

Tidak ada komentar:
Posting Komentar