RADHY CINTA CTPS
Semenjak di sekolah ada kegiatan cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan gizi remaja, Muhammad Radhy yang biasa dipanggil Radhy mengalami beberapa perubahan yang positif dalam kehidupannya. Perubahan yang dianggapnya sebagai perubahan paling penting adalah tumbuhnya kesadaran di dalam dirinya dalam mencuci tangan pakai sabun dengan baik dan benar terutama di 7 waktu penting CTPS: sebelum memegang dan menyajikan makanan, setelah dari toilet/jamban, setelah bermain, setelah menyentuh benda-benda dan hewan peliharaan, setelah bersin/ batuk, setelah beraktivitas di luar rumah, dan sebelum dan setelah memegang masker.
Radhy berusia 14 tahun, ia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Bersama kedua orang tua dan kedua adiknya, Radhy tinggal di Blok Sinar Jaya Desa Batujajar Barat Kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat. Pada saat ini Radhy tercatat sebagai seorang pelajar SMP kelas 8 di salah satu sekolah swasta terbesar di sub rayon 04 kabupaten Bandung Barat yakni SMP Darul Falah 2 Cihampelas. Di sekolah, Radhy diamanahi menjadi sekretaris OSIS. Sebagai sekretaris OSIS, Radhy harus aktif dan memberi contoh yang baik kepada teman-temannya, termasuk dalam menjaga kebersihan dan kesehatan, salah satunya mencuci tangan pakai sabun dengan baik dan benar. Hal ini dapat terlihat dalam aktifitas cuci tangan Radhy di sekolah pun di rumah. Ketika Radhy jajan di kantin sekolah, sebelum memakan jajanan tersebut Radhy mencuci tangan pakai sabun terlebih dahulu. Setelah dari jamban, Radhy selalu mencuci tangan pakai sabun. Setelah bermain, seperti bermain sepak bola dengan teman-teman rumahnya, Radhy selalu cuci tangan pakai sabun, dan ia pun mengajak teman-temannya tersebut untuk cuci tangan pakai sabun. Setelah menyentuh benda-benda dan membelai Simon, kucing peliharaannya di rumah, Radhy selalu cuci tangan pakai sabun. Saat bersin/batuk, setelah beraktivitas di luar rumah, sebelum dan setelah memegang masker Radhy cuci tangan pakai sabun. Dan cuci tangan pakai sabun yang Radhy lakukan ini adalah dengan baik dan benar di mana dengan 6 langkah tepat mencuci tangan yang diawali dengan 3 langkah do’a, sehingga menjadi 9 langkah: 1. do’a mencuci tangan, 2. do’a membasuh tangan kanan, 3. do’a membasuh tangan kiri, 4. menggosok sabun pada telapak tangan kemudian mengusap dan menggosok kedua telapak tangan secara lembut dengan arah memutar, 5. mengusap dan menggosok kedua punggung tangan secara bergantian, 6. menggosok sela-sela jari tangan hingga bersih, 7. membersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci, 8. menggosok dan memutar kedua ibu jari secara bergantian, 9. meletakkan ibu jari ke telapak tangan kemudian menggosok perlahan, membilas dengan air bersih dan mengeringkannya.
Kesadaran Radhy dalam mencuci tangan pakai sabun dengan baik dan benar ini, berawal dari kegiatan gebyar cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan gizi remaja sesi 1 (yakin bersih, mana buktinya) yang dilaksanakan di sekolah tepatnya pada hari Rabu, 09 November 2022, di mana kegiatan gebyar ini dibimbing oleh ibu Sri dan pak Ramdan selaku fasilitator gebyar CTPS dan gizi remaja SMP Darul Falah 2 Cihampelas. Gebyar ini diselenggarakan melalui program BISA (Better Investment for Stunting Alleviation) atau “Investasi Lebih Baik untuk Penurunan Stunting” yang merupakan sebuah kolaborasi Save the Children dan Nutrition International untuk mendukung pemerintah Indonesia untuk pencapaian Strategi Nasional untuk mempercepat penurunan stunting (2018-2024), di mana program ini dilaksanakan di di JABAR (Kab. Bandung Barat & Kab. Sumedang) dan NTT (Kab. TTU & Kab. Kupang). Sekolah Radhy; SMP Darul Falah 2 Cihampelas merupakan salah satu dari 30 sekolah sasaran pertama/ sekolah batch 1 di Bandung Barat yang disebut sebagai sekolah percontohan.
Sebelumnya Radhy tidak pernah memerhatikan 7 waktu penting mencuci tangan pakai sabun. “Saya memang suka cuci tangan pakai sabun, tapi jika mau makan nasi saja, itupun cuci tangannya biasa” ungkap Radhy, “maksudnya biasa asal pakai sabun, tidak sesuai dengan langkah-langkah cuci tangan pakai sabun yang baik dan benar” lanjutnya menjelaskan. Namun setelah mengikuti gebyar, kebiasaan Radhy dalam mencuci tangan pakai sabun berubah menjadi lebih baik, tidak hanya pada saat akan makan nasi saja, namun kini Radhy selalu berusaha cuci tangan pakai sabun dengan baik dan benar pada setiap keadaan terutama di 7 waktu penting.
Sekalipun pelaksanaan gebyar hanya sebentar, hanya 3 kali sesi selama 3 minggu, namun Radhy merasa kegiatan gebyar banyak hikmahnya. “Kini di semua jamban sekolah disediakan sabun cair untuk mencuci tangan, di gerbang sekolah dan di pinggir ruang piket juga disediakaan tempat cuci tangan lengkap dengan sabunnya, kalau dulu kan hanya ada tempat cuci tangan saja, tidak disediakan sabunnya. Dan semenjak gebyar CTPS saya dan siswa lainnya selalu saling mengingatkan untuk sadar cuci tangan pakai sabun, seperti setelah kerja bakti kemarin, kami cuci tangan pakai sabun tanpa harus diingatkan oleh guru terlebih dahulu”, tutur Radhy.
Kesadaran Radhy dalam cuci tangan pakai sabun dengan baik dan benar tidak hanya dirasakan oleh Radhy sendiri tetapi juga oleh keluarganya. Di rumah, selain Radhy suka mengajak teman-teman bermainnya untuk cuci tangan pakai sabun, Radhy juga mengajak dan mengingatkan adiknya untuk selalu cuci tangan. “Dulu Ibu yang suka mengingatkan Radhy cuci tangan, sekarang alhamdulillah dia yang selalu mengingatkan adiknya untuk menjaga cuci tangan pakai sabun” tutur Ibu Radhy yang duduk di depan Radhy saat Radhy sedang diwawancara.
Dengan tumbuhnya kesadaran cuci tangan pakai sabun dengan baik dan benar ini, menjadikan Radhy cinta cuci tangan pakai sabun (CTPS), ia berharap hal ini dapat menjadikannya seseorang yang lebih baik, selalu sehat dan dapat memotivasi orang lain untuk sadar akan pentingnya cuci tangan pakai sabun dengan baik dan benar.
Cililin, 28 Desember 2022
Wiwin Damayanti

Tidak ada komentar:
Posting Komentar